Welcome to Nilna Husnayain

"Menulislah, karena tanpa menulis engkau akan hilang dari pusaran sejarah"
Follow Me

 


  

Menjadi Senja tak slalu istimewa.

Memiliki langitpun tak bisa menyempurnakan segalanya.

Kadang anganku mengangkasa.

Jika Tuhan memberiku hadiah terhebat antara langit dan senja, mana yang akan ku pilih?

Bagiku, keduanya adalah ciptaan tuhan yang paling magic.

Indah, megah nan mewah.

Tak ada dimensi lain yang dapat mengalahkan keduanya.

Betapa tidak?

Dengan langit aku dapat melukis kehebatan masa depan.

Bersama langit kan ku ukir sejarah indah kehidupan.

Dan, Teruntuk senja..

Dengannya ku dapati siluet gagah perkasa.

Tubuh yang slalu bekerja tuk memenuhi tanggung jawabnya

Jiwa yang slalu berysaha melindungi wanita yang dikasihinya

Dan raga yang slalu siap sedia tuk menjadi tempat berbagi rasa.

 

Sampai sini, coba fikirkan kembali.

Dia yang teristimewa atau Ia yang slalu ada?

Senja memang indah, namun ia hanya hadir sejenak, kemudian pergi

Sedangkan langit, ia kan slalu ada, meski kau tinggal sendiri.

 

 

 

 


Akhir-akhir ini masyarakat dibuat ramai oleh sebuah Film yang berjudul Layangan Putus. Film yang begitu viral itu kabarnya diangkat dari kisah nyata sebuah rumah tangga. Alur kisah yang begitu menguras emosi menjadikan film ini semakin digandrungi oleh masyarakat Indonesia. Di dalam film tersebut dikisahkan sebuah perselingkuhan yang dilakukan oleh seorang suami ketika sang istri sedang mengandung. Sang suami begitu mencintai selingkuhannya, namun juga tak mau berpisah dengan istri sah dan juga anaknya. Berbagai komentar netizen pun membanjiri kolom komentar yang tersedia.  Diantara mereka ada yang mencaci, berkata kasar, menertawakan, bahkan memberi saran untuk menjalankan poligami kepada sang suami.

Lalu bagaimanakah sebenarnya konsep poligami yang ditawarkan oleh islam kepada umtatnya? Apa saja syarat yang harus dipenuhi oleh suami jika ia menginginkan poligami? Bisakah sang suami tadi menikah dengan selingkuhannya tanpa perlu mendapat izin dari istri sahnya?

Di dalam Qs. An Nisa: 3 Allah SWT telah berfirman

وَاِنْ خِفْتُمْ اَلَّا تُقْسِطُوْا فِى الْيَتٰمٰى فَانْكِحُوْا مَا طَابَ لَكُمْ مِّنَ النِّسَاۤءِ مَثْنٰى وَثُلٰثَ وَرُبٰعَ ۚ فَاِنْ خِفْتُمْ اَلَّا تَعْدِلُوْا فَوَاحِدَةً اَوْ مَا مَلَكَتْ اَيْمَانُكُمْ ۗ ذٰلِكَ اَدْنٰٓى اَلَّا تَعُوْلُوْاۗ

“Dan jika kamu khawatir tidak akan mampu berlaku adil terhadap (hak-hak) perempuan yatim (bilamana kamu menikahinya), maka nikahilah perempuan (lain) yang kamu senangi: dua, tiga atau empat. Tetapi jika kamu khawatir tidak akan mampu berlaku adil, maka (nikahilah) seorang saja, atau hamba sahaya perempuan yang kamu miliki. Yang demikian itu lebih dekat agar kamu tidak berbuat zalim.”

Pada ayat tersebut sudah sangat jelas disebutkan bahwa seseorang boleh melakukan poligami namun dengan tetap memperhatikan beberapa ketentuan yang telah diatur dalam islam, antara lain:

1.      Mampu berlaku adil

Aturan ketat poligami ini ditegaskan Rasulullah dalam hadits riwayat Abu Dawud, An-Nasa'i, At-Tirmidzi yang berbunyi:

"Siapa saja orangnya yang memiliki 2 istri lalu lebih cenderung kepada salah satunya, pada hari Kiamat kelak ia akan datang dalam keadaan bagian pundaknya miring sebelah."

2.      Jumlah istri dibatasi maksimal 4

Batasan menikah 4 dalam hal berpoligami ini tealh ditegaskan Rasul ketika beliau melihat Qais bin al-Harits yang memiliki istri 8. Lalu beliau meminta Qais untuk mencaraikan istru-istrinya dan menyisakan empat istri saja.

3.      Mampu memberi nafkah lahir dan batin.

Seorang suami yang hendak berpoligami, harus mampu memprediksi kesiapannya untuk menafkahi semua istrinya baik secara lahir atau batin. Jika dia merasa belum mampu menjalankannya, hendaklah dia tidak melakukan poligami.

4.      Niatkan semata untuk beribadah kepada Allah.

Harta, wanita dan keturunan  termasuk hal-hal yang menyebabkan banyak manusia lupa kepada Sang Pencipta.

يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا لَا تُلْهِكُمْ اَمْوَالُكُمْ وَلَآ اَوْلَادُكُمْ عَنْ ذِكْرِ اللّٰهِ ۚوَمَنْ يَّفْعَلْ ذٰلِكَ فَاُولٰۤىِٕكَ هُمُ الْخٰسِرُوْنَ

 

“Wahai orang-orang yang beriman! Janganlah harta bendamu dan anak-anakmu melalaikan kamu dari mengingat Allah. Dan barangsiapa berbuat demikian, maka mereka itulah orang-orang yang rugi.”

5.      Dilarang menikahi dua wanita yang bersaudara

Pria yang berpoligami tidak boleh menikahi dua wanita yang memiliki hubungan kekerabatan yang amat dekat (misal, saudara atau bibi).

            Hal tersebut sudah ditegaskan Allah dalam penggalan QS An Nisa: 23

وَاَنْ تَجْمَعُوْا بَيْنَ الْاُخْتَيْنِ اِلَّا مَا قَدْ سَلَفَ ۗ

“….dan (diharamkan) mengumpulkan (dalam pernikahan) dua perempuan yang bersaudara, kecuali yang telah terjadi pada masa lampau.”

6.      Mampu menjaga kehormatan para istri.

Salah satu kewajiban utama seorang suami ialah mendidik, membimbing serta menjaga kehormatan istrinya. Oleh karena itu, jika ia hendak berpoligami, maka ia juga harus mampu menjalankan kewajiban tersebut kepada seluruh istrinya.

Lalu dalam pandangan islam apakah poligami harus disertai izin dari istri pertama?

Hal tersebut telah dijelaskan dalam Fatwa Lajnah ad Daimah

ليس بفرض على الزوج إذا أراد أن يتزوج ثانية أن يرضي زوجته الأولى ، لكن من مكارم الأخلاق وحسن العشرة أن يطيِّب خاطرها بما يخفف عنها الآلام التي هي من طبيعة النساء في مثل هذا الأمر ، وذلك بالبشاشة وحسن اللقاء وجميل القول وبما تيسّر من المال إن احتاج الرضى إلى ذلك .

“Bukanlah suatu kewajiban bagi suami apabila ingin menikah lagi untuk meminta ridha istrinya yang pertama, akan tetapi di antara kemulian akhlak dan muamalah rumah tangga yang baik, seorang suami harus menghibur istri dan meringankan kesedihan (akibat dipoligami) karena ini merupakan tabiat wanita dalam perkara ini (poligami). Hal tersebut dengan bermanis muka, bergaul dengan baik, perkataan yang indah dan memberikan harta yang bisa membuatnya ridha.” [Fatwa Al-Lajnah Ad-Daimah 19/53]

            Menurut islam taka da kewajiban bagi suami untuk meminta izin kepada istri pertamanya ketika hendak berpoligami, karena izin istri pertama bukan salah satu rukun dalam poligami. Jadi tetap sah hukumnya ketika suami menikah tanpa mendapat izin dari istri pertama. Namun, sebagai seorang suami hendaklah tidak melukai hati istri atau justru menambah beban istri dengan melakukan pernikahan tanpa ia ketahui. Karena salah satu tujuan berumah tangga adalah untuk menciptakan ketenangan batin diantara suami dan istri.

 


  

Santri identik dengan pesantren. Mereka adalah para pelajar yang sedang menimba ilmu di pondok pesantren. Di sanalah, para santri banyak mendapatkan pelajaran keagamaan. Berbagai ilmu agama diajarkan di dalam pesantren, diantaranya al-Qur’an, hadis, fiqih, nahwu, dan lain-lain. Namun, pembelajaran tersebutpun hanya dilakukan di dalam area pesantren saja. Sangat jarang, ada proses pembelajaran keluar pesantren seperti study tour atau semisalnya.

Tidak berhenti sampai di situ, suasana pembelajaran di pesantren terlalu pasif. Hal ini disebabkan oleh minimnya kreativitas dan juga inovasi guru dalam pengembangan metodologi pembelajaran aktif, sehingga membuat daya kritis santri menjadi lemah. Selain itu, hubungan guru dan murid yang cenderung feodal yang ada di pesantren, membuat santri terkungkung dalam kenyamanan pasif. Mereka menjadi tidak memiliki kritisisme yang cukup untuk mengajukan pendapat atau gagasannya.

Salah satu contoh pembelajaran pasif adalah pembelajaran dengan metode wetonan (bandongan). Metode ini adalah salah satu metode pengajian dengan cara guru membaca, menjelaskan. Sesekali santri mencatat dalam buku catatan mereka tentang hal-hal yang di anggap penting. Namun, tidak ada kesempatan santri untuk bertanya, berdiskusi ataupun mengkritisi keterangan yang telah dijelaskan oleh sang guru.

Di sinilah letak kurangnya pelatihan mental mereka. Mereka tidak dibiasakan untuk cakap dalam mengemukakan pendapatnya, tidak dibiasakan untuk berbicara di hadapan umum, sehingga yang mereka ketahui hanya sebatas itu-itu saja. Tanpa tergugah untuk memiliki mental singa. Bagaimana mental singa itu?

Mental singa adalah sikap seseorang yang memiliki keberanian lebih untuk membasmi kejahatan ataupun ketidakadilan. Ia berani untuk menegakkan sesuatu yang memang harus ditegakkan. Ketika ada suatu keburukan, jiwanya tergugah dan merasa wajib untuk membasminya. Jiwa tersebut sudah terlatih kebal dengan berbagai ancaman yang merusak. Baginya, jika itu memang sesuatu yang benar, ia akan dengan tegas menjalankannya. Sebaliknya, jika itu sesuatu yang salah, ia akan dengan lantang menolak bahkan berusaha merubahnya menjadi sesuatu yang lebih bermanfaat.

 

Tanpa adanya mental singa dalam diri santri, akan sangat mustahil jika para santri mampu mengatahui perkembangan dunia luar ataupun berbaur dengan pelajar luar. Mereka hanya mendengar informasi-informasi tentang keunggulan atau prestasi yang telah diraih pelajar non santri.  Padahal tidak menutup kemungkinan bahwa non santri tersebut juga memiliki beribu kelemahan.

Salah satu penelitian di Belanda menunjukkan bahwa seseorang yang hanya belajar di tempat yang sama, akan mengakibatkan kurang berkembangnya potensi berimajinasi sesorang. Selain itu, akan berdampak pada pola fikir yang cenderung berfikir negatif. Tak hanya itu, dikalangan masyarakat awam, mengkritik guru adalah perilaku yang sangat tidak sopan. Itulah penyebab santri tidak berani membetulkan dan meluruskan gurunya..

Hal ini telah terbukti dengan banyaknya santri yang hanya manut dengan apa yang telah ditakdirkan padanya, tidak ada keinginan untuk menjadi pelajar yang lebih unggul, tidak ada suatu bentuk perjuangan, dan keberanian. Bahkan, sudah menjadi rahasia umum bahwa para santri mengidap penyakit rasa rendah diri dalam pergaulan ketika harus bersosiasi dengan masyarakat di luar mereka.

Hal itu berdampak ketika mereka telah keluar dari pesantren. Ketika mereka dituntut untuk berbaur dengan pelajar dari luar pesantren, mereka  seketika merasa tidak pantas, insecure, dan bahkan merasa kerdil diantara yang lain.

Padahal, jika santri-santri tersebut berani untuk menunjukkan keunggulannya, ia akan jauh lebih baik dari yang lain. Karena sebanarnya banyak sekali pelajaran yang dikaji di dalam pesantren, namun tidak di ajarkan di luar pesantren. Sehingga ketika seorang santri telah benar-benar mendalami suatu ilmu, ia akan sangat unggul di dalam ke ilmuan tersebut.  pasti ia juga bisa lebih unggul dari pelajar luar.

Namun dengan satu syarat, ia harus memiliki keberanian yang benar-benar matang. Tanpa keberanian, ia akan kembali menjadi kerdil dan tidak berani melakukan apapun. Selain itu, kritis di lingkup pesantren merupakan ajang yang paling tepat, karena kehidupan pesantren adalah miniatur yang sudah sangat serasi dengan kehidupan bermasyarakat ataupun bernegara.

Salah satu karakter yang harus dimiliki santri yaitu survive any where, yang memiliki makna bahwa santri harus bisa hidup secara independen dimana saja, apapun model masyarakatnya, kultur, budaya, ataupun lingkungannya. Mampu berkiprah dengan mandiri dan memperjuangkan kebenaran demi kebenaran itu sendiri. Jangan sampai santri menggantungkan kehidupan dan kiprah pada orang-orang yang berkepentingan.

 

Santri juga berperan sebagai time update (perubahan waktu), maksudnya santri harus bisa memahami perkembangan zaman, di era globalisasi, informasi dalam bentuk apapun dapat diperoleh, agar menjadi santri yang selalu aktual dengan perkembangan zaman. Oleh karena itu, santri juga perlu untuk sesekali menelisik ke dunia luar pesantren, agar mereka bisa tau bagaimana kondisi dunia saat ini. Dengan begitu, merekapun bisa mempersiapkan dirinya untuk memebenahi dunianya.

Selain itu, para santri harusnya menelisik dari segi sejarah. Bahwa perjuangan dalam kemerdekaan Negara Indonesia tidak lepas dari perjuangan santri dan ulama’. Santri harus mampu menumbuhkan rasa patriotisme pada tanah air, seperti halnya para ulama’ terdahulu.

 

Allah berfirman dalam surah at Taubah ayat 39

اِلَّا تَـنۡفِرُوۡا يُعَذِّبۡكُمۡ عَذَابًا اَلِيۡمًا ۙ وَّيَسۡتَبۡدِلۡ قَوۡمًا غَيۡرَكُمۡ وَلَا تَضُرُّوۡهُ شَيۡـًٔــا‌ ؕ وَاللّٰهُ عَلٰى كُلِّ شَىۡءٍ قَدِيۡرٌ

Jika kamu tidak berangkat (untuk berperang), niscaya Allah akan menghukum kamu dengan azab yang pedih dan menggantikan kamu dengan kaum yang lain, dan kamu tidak akan merugikan-Nya sedikit pun. Dan Allah Mahakuasa atas segala sesuatu.

 

Di dalam ayat tersebut, redaksi berperang bisa diartikan dengan berjuang. Allah telah menjanjikan ancaman berupa adzab bagi orang yang sudah mampu untuk berjuang, namun tidak mau untuk melaksanakan perjuangan tersebut. Hal ini sudah sangat singkron untuk santri yang sudah seharusnya memumpuni dalalam hal perjuangan. Baik berjuang untuk Negara maupun untuk agama.

 

Peran Ulama' dan santri dalam mewjudkan kemerdekaan Indonesia sangatlah besar, bahkan mereka rela meninggalkan keluarga, menghabiskan seluruh harta, jiwa dalam memperjuangkan kemerdekaan Indonesia, dan mereka telah memberikan sumbangsi yang sangat besar dalam memperjuangkan dan mempertahankan kedaulatan bangsa Indonesia yang begitu panjang dan nama merekapun tercatat dengan tinta emas sebagai Syuhada'.

 

 


Saat mendengar nama KH Hasyim Asy’ari, apa yang ada di fikirkan kita? Sebagian besar masyarakat akan mengenal KH Hasyim Asyari sebagai salah satu pendiri Ormas Islam terbesar di Indonesia, yakni Nahdlatul Ulma’ (NU). Terkhusus bagi warga NU, mereka mengenal KH Hasyim Asy’ari juga sebagai Ketua Umum NU pertama kali. Namun siapa sangka bahwa KH Hasyim Asy’ari merupakan Rais Akbar (yang kini dikenal dengan sebutan Rais Aam), bukan sebagai Ketua Umum. Lalu siapakah sebenarnya Ketua Umum Pertama NU?

Biografi Hasan Gipo

Beliau adalah Hasan Basri. Namun beliau lebih familiar dengan panggilan Hasan Gipo. Kata Gipo diambil dari keluarga besarnya yang berasal dari Marga Gipo. Nama Marga Gipo merupakan singkatan dari Sagipodin dari bahasa Arab Saqifuddin. Saqaf (pelindung) dan al-dien (agama). Kampung tempat Marga Gipo berada dikenal sebagai Gang Gipo. Keluarga ini mempunyai makam keluarga yang dinamai makam keluarga, makam Gipo di kompleks Masjid Ampel.

Hasan Gipo dilahirkan di Kampung Sawahan (yang kini menjadi Jalan Kalimas Udik), tepatnya di Jalan Ampel Masjid pada tahun 1869. Beliau merupakan keturunan silsilah ke lima dari Dinasti Gipo. Ayahnya bernama H. Marzuki, kakeknya H. Alwi,  buyutnya H. Turmudzi. Selain itu Hasan Gipo juga masih memiliki hubungan keluarga dengan KH Mas Mansyur (Muhammadiyah), karena KH Mas Mansyur merupakan keturunan dari Abdul Lathif Gipo yang termasuk dalam Marga Gipo.

Beliau terlahir dari keluarga yang cukup mapan. Karena itu beliau juga berhasil memperoleh pendidikan ala Belanda yang kala itu hanya diperuntukkan masyarakat ekonomi kelas atas. Namun, Hasan Gipo juga tak meninggalkan pendidikan pesantrennya, bahkan jiwa-jiwa santri begitu mendarah daging dalam hatinya.

Relasi Hasan Gipo

Hasan Gipo merupakan aktivis dan pedagang yang tinggal di kawasan elite Surabaya. Kesempatan itu ia gunakan untuk membangun relasi dengan para aktivis pergerakan yang berada di Surabaya. Antara lain HOS Cokroaminoto dan Dr. Soetomo. Dari situ mereka berkenalan dengan Soekarno, Kartosuwiryo, Muso, dan SK Trimurti yang merupakan murid HOS Cokroaminoto. Dari sini pula para aktivis mulai merencanakan kemerdekaan.

Ia kemudian terlibat aktif dalam pendirian Nahdlatul Wathan (1914) meski tidak tercatat sebagai pengurus. Ia juga menjadi peserta diskusi dalam forum Taswirul Afkar (1916). Ia juga aktif terlibat dalam Nahdlatul Tujjar (1918).

Penunjukkan Hasan Gipo sebagai Ketua Umum NU Pertama

Hasan Gipo merupakan sosok yang limited edition. Ia menguasai ilmu umum dan dia dikenal satu-satunya santri KH Wahab Hasbullah yang cakap serta terampil dalam membaca dan menulis tulisan latin. Selain itu ia juga sangat akrab dengan masyarakat sekitar. Atas dasar itulah Hasan Gipo ditunjuk sebagai Ketua Umum NU(Tanfidziyah) yang pertama kali. Penunjukkan tersebut dipimpin oleh Kiai Wahab Hasbullah di kawasan Bubutan Surabaya. Usulan tersebut juga disetujui KH Hasyim Asy’ari.

Pada masa itu, NU masih berbentuk embrio di mana Rais Syuriah adalah KH Said dari Paneleh, Surabaya, KH Asy’ari dipilih sebagai Rais Akbar Hoofdbestuur Nahdlatoel Oelama (HBNO) dengan KH Wahab Hasbullah sebagai Katib ‘Am.

Hasan Gipo menjabat kurang lebih 3 tahun. Setelah itu kepemimpinan Tanfidziyah NU digantikan oleh KH Noor dari Sawah pulo, Surabaya  pada muktamar ke-3 di Semarang.

Makam Hasan Gipo

Hasan Gipo wafat di Surabaya pada 1934. Makam Hasan Gipo hampir saja hilang dan tidak dikenali jejaknya. Karena sebagian besar warga NU katika ditanya mengenai Ketua Umum NU pertama kali, mereka akan menjawab KH Hasyim Asy’ari, bukan Hasan Gipo. Padahal dalam tradisi NU, makam merupakan tempat yang amat penting sebab warga nahdliyyin tak pernah melewatkan ziarah kepada ulama. Makam itu berhasil ditemukan kembali dan diberi tanda. Ia berada di Kompleks Pemakaman Kanjeng Sunan Ampel Surabaya, di sebelah timur Masjid Ampel, satu lokasi dengan makam Pahlawan Nasional tokoh Muhammadiyah KH Mas Mansur.

Hasan Gipo merupakan dzurriyah Kanjeng Sunan Ampel yang mengorbankan harta, jiwa, raga dan tenaga untuk umat islam, terkhusus dalam perjuangan NU. Namun, namanya belum banyak dikenang. Bahkan oleh kalangan warga NU sendiri. Semoga Allah selalu melimpahkan rahmat kepada beliau. Amiinn..

 

Penulis: Nilna Husnayain, Kader IPPNU Ranting Tawangrejo, Mahasiswa Fakultas Syariah dan    Hukum UIN Walisongo Semarang

 

  


 

Sebuah perjalanan yang saya sebut sebagai kehidupan kedua yang sebenarnya. Ialah berada di sebuah geduang asrama di dekat kampus yang kami sebut sebagai Rumah Perkaderan Monash Institute Semarang (MIS).  Berjuta bentrokan pemikiran, perenungan, penyadaran hingga akhirnya muncul perubahan dalam hidup telah saya lalui. Bahkan doktrin-doktrin ajaran dari pondok pesantren dahulu yang begitu mengakar dan terlihat baik, sedikit demi sedikit sudah mulai saya kritisi. Tak mudah untuk memunculkan pelurusan semua jalan pikiran ini. Tapi hal tersebut terus berjalan secara signifikan hingga kini.

Bermula ketika saya telah lulus dari sebuah Madrasah Aliyah Swasta (MAS) di daerah Kediri, saya berniat untuk melanjutkan pendidikan saya ke bangku kuliah. Saat itu juga hafalan Al Qurana saya di Pondok Pesantren yang masih satu yayasan dengan MA tersebut juga telah selesai. Keinginan saya untuk kuliah memang sudah terbersit sejak berada di bangku SD kelas 2. Saat saya melihat kakak-kakak saya yang berkulaih dan terlihat begitu sibuk menikmati dunia di lingkup kampus. Mengikuti berbagai organisasi dan kegiatan ekstra maupun intra kampus, menjadikan mereka terlihat begitu gagah dengan almamater yang mereka gunakan. Ketika itu juga saya bercita-cita untuk menjadi mahasiswa yang seluruh hidupnya disibukkan oleh berbagai agenda-agenda kemahasiswaan dan kepemudaan yang ada di lingkup kampus.

Kala itu kedua orang tua saya membebaskan saya untuk melanjutkan kuliah kemana saja saya mau. Namun ada satu syarat dari ibu saya yang tidak bisa ditawar ataupun diganggu gugat oleh siapapun. Yakni ketika saya kuliah, harus disertai dengan tinggal di pondok pesantren denagn basic al Quran juga. Saya kira itu merupakan suatu bentuk kekhawatiran beliau mengenai keistiqomahan saya dalam menjaga al Quran. Beliau amat menyadari bahwa menjaga hafalan bukanlah suatu perkara yang mudah. Harus disertai dengan tuntutan dan juga kesadaran dari diri sendiri.  Sedangkan kakak-kakak saya sangat mendukung dan memang mengharuskan adik perempuannya ini untuk melanjutkan kuliah. Beberapa jurusan yang mereka anggap cukup dibutuhkan saat itu juga disarankan kepada saya. Hingga akhirnya saya memilih jurusan yang saya minati dan disetujui oleh mereka.

Mengenai persyaratan dari ibu saya tadi dan juga di dukung oleh keinginan pribadi saya untuk mendalami tafsir al Quran, maka kakak saya mencari pesantren mahasiswa yang sesuai dengan keinginan ibu. Singkat cerita kakak saya mendapat rekomendasi dari temannya suatu pondok pesantren mahasiswa dengan basic tafsir al Quran yang ada di daerah Semarang. Mendengar kata semarang, ibu sempat keberatan  mengizinkan saya pergi ke semarang. Karena saya satu-satunya anak perempuan dan juga kehidupan saya yang tidak pernah terlepas sejauh itu dari orang tua. Namun berkat kedua kakak saya yang terus menerus meyakinkan ibu dan kesiapan dari diri saya pribadi untuk kuliah dan mondok tafsir, ibu saya merelakan saya untuk pergi ke Semarang.

Hari Senin siang saya tiba di Monash Institute dengan diantar oleh kakak dan juga ibu saya. Saat itu saya langsung dibawa oleh Panitia Penerimaan Disciple Baru (PDB) ke sebuah gedung yang mereka namakan sebagai Daar al Qalam 3. Mereka mengatakan bahwa gedung tersebut merupakan gedung karantina yang dihuni oleh kakak-kakak mahasantri yang baru saja pulang dari daerahnya masing-masing. Karena kasus Covid-19 yang sedang  marak saat itu membuat para mahasantri yang kembali dari kampong halaman harus karantina dahulu sebelum berbaur dengan teman-teman mahasantri yang lain. Oleh karena itu tes camp saya dan teman-teman juga ditempatkan di gedung tersebut.

Awal mula memasuki gedung tersebut saya sudah agak terkejut dengan keadaan antara santriwan dengan santriwati yang sedang karantina diletakkan dalam satu gedung. Saat itu santriwan berada di lantai satu, sedangkan santriwati berada di lantai 3. Hanya dibatasi oleh satu lantai saja. Namun, ketika itu saya masih meredam negative thingking saya dengan berfikir bahwa mereka masih dalam masa karantina. Sehingga untuk sementara waktu mereka ditempatkan dalam satu gedung.

Tes camp berjalan dengan lancer selama kurang lebih 2 minggu. Materi yang diajarkan saat itu masih seputar pelajaran nahwu sorof dan juga hafalan yang keduanya sudah menjadi pelajaran pokok dalam pesantren saya dahulu. Mungkin hanya materi mengenai jurnalistik yang terasa asing bagi saya, sehingga saya perlu lebih berkonsentrasi ketika materi jurnalistik diajarkan.

Baru saat telah sah menjadi disciples, saya merasakan berbagai pergulatan pemikiran. Terutama saat agenda kajian bersama Abah Muhammad Nasih (Pendiri Monash Institute). Karena beliau merupakan hafidz muda sekaligus Dosen Ilmu Politik Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ), maka segala ayat al Quran yang beliau kaji selalu beliau kaitan dengan politik yang ada disekitar ataupun lingkup Negara Indonesia saat ini. Awal mendengar kajian al Quran yang dihubungkan dengan politik memang terkesan aneh. Namun semakin hari saya merenunginya, memeang semua aspek dalam kehidupan kita tak pernah lepas dari unsur politik. Baik itu yang bersifat positif ataupun negatif. Disitulah saya  sedikit demi sedikit membuka pradigma saya untuk berfikir jauh lebih luas lagi. Bahwa politik tidak semata-mata berkaitan dengan korupsi, penyelewengan kekuasaan, dan hal negative lainnya. Namun sebenarnya politik yang benar ialah politik yang sesuai dengan tuntutan al Quran dan Sunnah nabi. Dalam banyak kisah yang saya dengarkan ketika kajian bersama abah, Nabi Muhammad juga telah mengajarkan perpolitikan dan menjadi pemimpin yang bijak. Hanya tinggal umatnya saja yang mau meniru beliau atau justru memimpin dengan hanya mementingkan kesejahteraan dirinya saja.

Pemikiran mengenai degradasi pemerintah dan solusi untuk mengatasinya inilah yang belum pernah saya dapatkan sebelumnya. Pengajian di pesantren dahulu hanya sebatas pembahasan mengenai dunia muslim dan sejarah ualam-ulama terdahulu, tanpa pernah menyinggung bagaiamana cara kita untuk dapat menciptakan kesejahteraan dan keadilan bagi bangsa. Padahal itulah sebenarnya tugas yang diamanahkan oleh Allah di dalam al Quran, yakni sebagai khalifah fii al ardh.

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                   

 


Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Translate

Latest in Tech

logo

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit. Proin tempus pellentesque consectetur.

Morbi tincidunt commodo dui, eu fringilla dui iaculis ac. Vestibulum viverra iaculis dignissim. Ut condimentum